Ramsey ke Juventus, Mengapa?

Foto: Eurosport.com

Berdasarkan The Guardian, Aaron Ramsey dikabarkan telah menyetujui kontrak berdurasi lima tahun bersama Juventus. Nilai kontraknya sendiri diketahui mencapai 36 juta paun. Ia akan bergabung dengan juara Liga Italia tersebut pada akhir musim ini. Ramsey telah mendiskusikan kepindahan ini selama beberapa pekan dan akan meninggalkan Arsenal setelah 10 tahun baktinya di klub.

Kepastian ini menjadi kian jelas bahwa tujuan pemain berkebangsaan Wales tersebut tertuju ke Italia. Juventus sendiri terbilang beruntung mendapatkan tanda tangan pemain berusia 28 tahun tersebut. Ramsey sendiri akan mendapatkan gaji 140 ribu paun perpekan atau 7,2 juta paun permusim. Ia akan menjadi pemain dengan gaji tertinggi kedua setelah Cristiano Ronaldo, dan lebih tinggi dari Paulo Dybala dan Douglas Costa.

Juventus sendiri telah memenangi tujuh gelar Serie A. Mereka mendatangkan Cristiano Ronaldo senilai 100 juta euro pada awal musim ini. Di Liga, hingga pekan ke-19 mereka berjarak sembilan poin dari Napoli yang membuntuti di peringkat kedua. Juventus sendiri berhasil mencapai dua dari empat edisi Liga Champions terakhir. Namun, di keduanya mereka kalah dari Barcelona pada 2015 dan Real Madrid dua tahun kemudian.

Manajer Juventus, Massimilliano Allegri dan direktur mereka, Fabio Paratici, disebut-sebut sebagai penggemar berat Ramsey. Allegri pun kabarnya siap memberikan satu tempat di lini tengah bersama Miralem Pjanic dan Blaise Matuidi. Ia akan menggantikan peran Emre Can, Rodrigo Bentancur, dan Sami Kheidira.

Sebelumnya, Ramsey dikabarkan masih bimbang karena banyaknya tawaran. Ia pun disebut akan memilih kesebelasan yang memberikan gaji terbesar. Hal ini didasari dari tidak diperlukannya biaya transfer atas kepindahannya dari Arsenal.

Ramsey sendiri punya mimpi sedari kecil untuk bermain bersama Barcelona. Akan tetapi, setelah dilakukan berbagai pemikiran, opsi tersebut tak akan dikejar. Sebuah tawaran dari Paris St. Germain juga terlihat menarik, sementara ada pula tawaran dari Real Madrid, Bayern Munich, dan Inter Milan.

Penyerang Madrid, Gareth Bale, diketahui memberikan saran pada Ramsey untuk bergabung dengan El Real. Kehadirannya akan menguatkan koneksi Wales di Santiago Bernabeu. Sementara itu, ada pula sejumlah tawaran di kesebelasan Inggris yang membuat Ramsey tetap akan bertualang di Premier League. Salah satunya Liverpool.

Ramsey sendiri tidak menandatangani perpanjangan kontrak dengan Arsenal setelah The Gunners menarik tawaran perpanjangan empat tahun pada September lalu. Alasannya ditenggarai karena masalah finansial. Kedua belah pihak hampir menyelesaikan kerja sama kontrak, akan tetapi tak ada kontrak fisik yang ditandatangani ketika klub memutuskan untuk tak jadi memperpanjang kontrak Ramsey. Padahal, Ramsey disebut-sebut ingin bertahan di Emirates Stadium. Karena proses yang berlarut-larut, Ramsey pun frustrasi dan menyebabkan ketidakpastian akan masa depannya.

Arsenal dikabarkan tidak menyanggupi permintaan kenaikan gaji Ramsey, yang salah satunya disebabkan gaji Mesut Ozil yang meroket mencapai 350 ribu paun perpekan. Pihak klub memutuskan untuk tak mengulangi apa yang terjadi pada Ozil.

Tak Cocok dengan Skema Emery

Sejatinya, Ramsey memang tidak memiliki visi yang sama soal perannya di bawah manajer baru Arsenal, Unai Emery. Ramsey menginginkan bermain sebagai gelandang tengah yang mengalirkan bola ke depan dan mengeksplorais area tengah.

Namun, di sisi lain, Emery tak biasa menempatkan gelandang dengan peran semacam ini. Ini yang membuat Ramsey lebih sering bermain sebagai gelandang yang bermain lebih dalam, dan tak dibolehkan bergerak sesuka hatinya. Pun ketika Ramsey didorong lebih depan yang membuatnya mesti menerima bola dan memantulkannya kembali.

Ini yang menjelaskan mengapa menit bermain Ramsey kian berkurang di bawah Emery. Ini pula yang menjelaskan kenapa Ramsey akan cocok dengan skema Massimiliano Allegri yang cenderung memainkan tiga gelandang dengan peran: bertahan, tengah, dan menyerang.

Akan tetapi, Emery tetap memuji tingkah laku Ramsey yang baik. “Setiap hari dia di sini bersama kami. Dia bekerja dengan baik.”

“Di pertandingan terakhir aku amat senang padanya. Aku meminta di pertandingan terakhir di Blackpool apakah dia siap untuk membantu kami, dan dia bilang, ‘Ya, coach, aku ingin bermain’. Dan dia bermain dengan perilaku yang hebat dan komitmen kepada kami. Setelah ini, masa depannya bergantung padanya, keluarganya, dan agen. Aku ingin perilaku dan fokusnya ini juga hadir saat melawan West Ham pada Sabtu,” kata Emery.