OUR NETWORK

Mengenang Masa Kejayaan Ricardo Kaka

Jika bicara tentang Ballon d’Or saat ini pasti ada dua nama yang langsung mencuat di pikiran para pecinta sepakbola yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Hampir sedekade terakhir dua nama tersebut selalu bergantian mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik di dunia seolah tidak ada pemain hebat lagi selain mereka berdua.

Sebelum nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mendominasi ajang penghargaan pemain terbaik dunia, ada nama Ricardo Izecson dos Santos Leite atau yang biasa dikenal sebagai Ricardo Kaka yang juga berhasil meraih penghargaan Ballon d’Or. Kaka merupakan pemain sepakbola yang terakhir kali meraih Ballon d’Or sebelum Messi dan Ronaldo mendominasi. Bahkan beberapa pihak menyebut bahwa Kaka merupakan manusia terakhir yang berhasil meraih Ballon d’Or karena menganggap Ronaldo dan Messi sebagai makhluk dari planet lain.
Senin (16/10) Kaka secara resmi menyatakan pensiun dari dunia sepakbola dengan Orlando City sebagai pelabuhan terakhirnya sebagai pemain profesional. Nama Ricardo Kaka pun kembali menghiasi headline surat kabar elektronik maupun cetak.

Mendengar nama Ricardo Kaka kembali mengingatkan memori tentang sepakbola sederhana yang diperagakan oleh pemain berkebangsaan Brazil tersebut. Permainan Kaka membuat sepakbola terlihat sangat mudah untuk dimainkan. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang tersebut kerap melakukan drible sederhana namun mematikan bagi lawan. Permainannya yang taktis cukup untuk memberikan ancaman terhadap lawan.

Kaka mengawali karirnya di klub Sao Paulo dan berhasil masuk skuat AC Milan pada usia 21 tahun. Sebelum bergabung dengan AC Milan Kaka sempat mengalami cedera tulang belakang yang cukup parah yang membuat masa depannya sempat diragukan. Setelah bergabung bersama AC Milan di musim 2003/2004 dia langsung membawa tim berjuluk Rossoneri tersebut meraih gelar Serie A dan berhasil mencetak 10 gol di musim pertamanya.

Kaka berseragam merah hitam selama enam musim dan musim 2006/2007 mungkin bisa disebut sebagai puncak karir dari seorang Ricardo Kaka. Di musim itu Kaka berhasil mempersembahkan gelar liga Champions bagi AC Milan dan berhasil menjadi pencetak gol terbanyak. Kontribusinya pada klub pun cukup besar utamanya pada laga final liga Champions menghadapi Liverpool, umpan cerdasnya kepada Fillipo Inzaghi pada menit 53 berhasil berbuah gol dan membawa AC Milan unggul 2-0 atas Liverpool. Dua gol AC Milan pun bertahan hingga selesai pertandingan dan berhasil mengantarkan Rossoneri mendapatkan gelar juara Champions League musim 2006/2007.

Masih di tahun 2007 Kaka berhasil meraih penghargaan Ballon d’Or mengalahkan nama Ronaldo dan Messi. Pada tahun tersebut juga mendapatkan penghargaan Seria A Footballer of The Year, namanya juga masuk ke dalam UEFA Team of The Year, dan juga berhasil meraih pemain tebaik Eropa.

Kegemilangannya bersama AC Milan membuat raksasa asal Sapnyol, Real Madrid, tertarik untuk mendatangkannya ke Santiago Bernabeu pada tahun 2009. Di Madrid karir Kaka tidak begitu bersinar kecuali saat dirinya berhasil mengantarkan Real Madrid meraih trofi La Liga musim 2011/2012. Masalah cedera dan jajaran pemain bintang dalam skuat Real Madrid membuat Kaka harus bersaing ketat dengan pemain lain. Ditambah lagi dengan kedatangan Cristiano Ronaldo membuat posisinya semakin terancam. Empat musim berseragam Real Madrid. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke AC Milan pada tahun 2013. Setahun berselang akhirnya Kaka pun harus angkat kaki dari Eropa dan mengadu nasib di klub MLS dan liga Brazil.

Sumber : The Sun, Bleachreport, Transfermrkt.