Neymar, The Joy of Famous

Foto: 90min.com

Penikmat sepakbola sejatinya tak asing dengan nama Neymar Junior. Pemain yang besar di Sao Paulo, Brasil, tersebut semakin tenar namanya setelah bergabung dengan Barcelona. Sang pemain sudah dilebeli wonderkid sejak usia belia ketika ia masih bermain bersama klub kecilnya, Santos.

Kehebatan Neymar di atas lapangan menjadikan dirinya sebagai pemain termahal di dunia setelah klub raksasa Perancis, Paris Saint Germain, menebusnya dari Barcelona pada 2018 silam. Tak tanggung-tanggung dana sebesar 222 juta euro dikucurkan PSG demi merekrut kapten timnas Brasil tersebut.

PSG pun menuai hasilnya. Neymar mampu mencetak 23 gol dan 13 asis hanya dari 28 penampilannya di seluruh kompetisi bersama Les Parisiens musim lalu. Bahkan di musim ini Neymar menandai debut kembalinya pascacedera dengan indah. Walaupun di-boo­ oleh pendukungnya sendiri sepanjang pertandingan, pemain berusia 27 tahun tersebut berhasil menjawab dengan gol cantik sekaligus memberikan kemenangan untuk PSG melalui gol semata wayangnya.

Kehebatan Neymar di atas lapangan sudah tidak perlu diragukan kembali trik-trik indahnya. Juga aksi aksi hebatnya kerap memukau dan mengundang decak kagum dari penikmat sepakbola. Bahkan ia kerap disamakan oleh pendahulunya, Ronaldinho, yang memiliki atribut dan gaya bermain yang sama dengan Neymar.

Kehebatan Neymar dalam mengolah si kulit bundar mengundang sebuah  pengakuan langsung. Dalam pertandingan persahabatan untuk menghormati korban pesawat jatuh tim Chapocoense, Neymar mendapat sebuah candaan dari lawannya. Pemain lawan tersebut bersujud memohon untuk tidak digocek olehnya setelah berkali-kali Neymar lewati dalam laga tersebut.

Sang kapten Brazil ini sudah mendapatkan banyak gelar bahkan seluruh gelar bergengsi di kancah klub hampir sudah ia rasakan seperti gelar Liga Champions bersama Barcelona dan Copa Libertadores bersama Santos.

Ketika masih berseragam Santos, Neymar pun sempat menyabet penghargaan Puskas awarad (Penghargaan gol terbaik) setelah gol solo run nya berhasil terpilih menjadi gol terbaik edisi 2011.

Bintang Barcelona Lionel Messi pun menganggumi dan menyanggung kehebatan seorang Neymar ia menyatakan “Bagiku Neymar adalah salah satu pemain terbaik di dunia” ujar Messi dikutip dari The Guardian.

Citra Negatif

Segudang prestasinya dan kehebatannya sebagai pesepak bola sudah tidak diragukan kembali namun Neymar kerap dicap sebagai Bad Boy. Hobinya yang suka diving di atas lapangan dan tindakannya yang kerap bikin onar membuat dirinya dianggap sebagai pemain yang suka bikin ulah.

Di luar lapangan pun Neymar kerap bergonta ganti cewek dan sempat diisukan selingkuh oleh wanita lain saat sedang menjalin asmara. Eks pemain Santos ini kadang dianggap egois seperti ketika ia dan Cavani saling berebut mengeksekusi penalty yang membuat perpecahan diantara keduannya.

Aksi diving Neymar pun kerap membuat jagat internet menghujatnya,  seperti ketika di piala dunia 2018 lalu contohnya, Neymar mendapatkan sebuah mention di twitter dari legenda hidup timnas Inggris yang mengeluhkan aksi diving Neymar yang sudah kelewatan. Bahkan Dalam sebuah kesempatan Shearer mengatakan “Aksi Neymar (Diving) sangatlah menyedihkan” dikutip dari The Mirror.

Prestasi yang menteren serta trik – trik fantastisnya di atas lapangan seolah sirna, Neymar  lebih dikenal sebagai tukang diving ketimbang sebagai pemain sepak bola yang menghibur dan memiliki jaminan mutu atas kualitas permainanya.

Sebelum pindah dari Barcelona ke PSG Neymar berbuat ulah terlebih dahulu, ia bertengkar dengan rekan setimnya di sesi latihan hingga hampir terjadi baku hantam sebelum dipisahkan oleh pemain lainnya. Neymar seperti sengaja melakukan hal tersebut karena sudah ingin pindah dari Barcelona pada saat itu.

Kini di PSG Neymar kembali berulah ia jelas –jelas menyatakan kalau dirinya tidak ingin bermain untuk PSG musim ini dan ingin kembali ke Barcelona, bahkan pemain yg kerap menggonta ganti warna rambut tersebut sempat mangkir dari sesi latihan klub.

Ketidak disiplinan dan banyaknya aksi negative dan kontroversi yang dilakukan Neymar membuat dirinya terus menerus dianggap pemain yang Bengal berbeda dengan Ronaldinho yang dijuluki sebagai The Joy of Football Dinho (Sapaanya) mendapatkan julukan tersebut karena aksi-aksi memukaunnya di atas lapangan.

Kemampuan Ronaldinho kerap kali menjadi perhatian Dinho kerap pamer kemampuan di atas lapangan dengan cara yang tak lazim dan membutuhkan teknik tinggi khas seorang pemain bola Brazil. Pembawaannya yang selalu senyum di atas lapangan membuat dirinya terlihat menikmati sepak bola.

“Saya punya kesempatan dalam hidup untuk melakukan apa yang saya sukai dan itu adalah sepak bola saya dapat membuat orang bahagia dan menikmati diri saya sendiri secara bersmaan,” kata Dinho. Bahkan Xavi mengatakan bahwa Dinho telah mengubah sejarah kami dengan cara dia menikmati permainanya dalam bermain bola ia cinta sepak bola.

Neymar bukan The Joy of football

Perilaku buruk Neymar di atas lapangan hingga gayanya yang terlihat mewah membuat dirinya tidak bisa disandingkan dengan Ronaldinho. Ronaldinho sangat menikmati setiap sentuhan dan setiap menit ke menitnya dalam bermain bola.

Ronaldinho seakan tidak mau menghentikan permainan hanya untuk berpura pura jatuh ataupun membuat “gaduh” di luar dan dalam lapangan. Gaya Neymar mengundang komentar dari Joey Barton beberapa tahun silam.

Barton mengatakan bahwa Neymar seperti Kim Khardashian Sepak Bola. Eks bintang Manchester City tersebut juga sebelumnya pernah menyindir Neymar, kala itu Barton menyindir Neymar dengan menyatakan bahwa ia tak ubahnya seperti Justin Bieber hanya tenar dalam Youtube. Namun coletahannya dalm Twitter tersebut sempat ia Tarik dan hanya sebuah lelucon belaka.

Namun mengenai Kim Khardasian ia tak meralatnya ia menyatakan ini setelah melihat aksi Neymar bersam timnas Brazil di kancah Piala Dunia 2018 silam   “Saya pikir dia adalah Kim Kardashian-nya sepakbola,” sindir Barton kepada L’Equipe.

“Neymar bukanlah pemain terbaik di dunia, kita semua melihat hal itu di Rusia. Dia tidak selevel dengan Ronaldo dan Messi, dan ada banyak pemain yang lebih baik darinya.”

Neymar, ketimbang sebuah fenomena di sepakbola, lebih menjadi fenomena di dunia periklanan, seperti Kardashian,” tandas pria yang kini menjadi manajer sepakbola itu.

Kritikan seperti ini ia sering dapatkan karena perilakunya, Neymar bahkan sudah beberapa kali tampil di dunia hiburan alih – alih hanya fokus kedalam dunia sepak bola saja Neymar yang menyukai tv series The Money Hiest akhirinya tampil dalam acara favoritnya tersebut.

Neymar akan menjajal menjadi aktor dalam dua episode di series tv tersebut. Ini bukanlah percobaan pertama Neymar berakting di depan layar sebelumnya ia sempat muncul dalam film XXX: The Return of Xander Cage.

Sebelumnya julukan The Joy of football sendiri disamatkan kepada legenda Brazil Garrincha yang merasakan dua kali juara piala dunia bersama Brazil pada tahun 1958 dan 1962. Kemudian kini di era modern julukan tersebut disematkan kepada Ronaldinho dengan gaya main serta spirit yang sama dengan sang legenda asal Brazil tersebut.

Memiliki kualitas serta prestasi yang tidak beda jauh dari penerusnya rasanya sulit untuk membuat Neymar disematkan dengan julukan tersebut.  Bahkan ia tak terlihat menikmati karir bermainnya di PSG karena spirit Neymar sudah bukan hanya sepak bola.

Neymar jauh dari kata menikmati sepak bola ia kini lebih menikmati ketenarannya ketimbang sepak bola meskipun ia berhasil membawa Brazil juara piala dunia pun dirinya tetap akan dilihat sebagai sosok kontroversi selama ia tak mengubah sikapnya.