Wayne Rooney mencatatkan penampilan terakhirnya untuk timnas Inggris kalah menang atas Amerika Serikat di Wembley, Jumat (16/11) dini hari tadi. Berakhirnya era Rooney, ternyata menyiratkan era baru di tubuh timnas Inggris yang saat ini dikelola Gareth Southgate.
Menghadapi Amerika Serikat, Southgate menurunkan para pemain yang tak berpengalaman, yang menurut BBC, dilakukan untuk pertama kalinya dalam kurun waktu hampir 40 tahun.
“Kami ingin menggunakan pertandingan ini untuk memantau para pemain muda. Kami punya sepintas masa depan, dan kami mampu membuat Wayne menunjukkan beberapa sentuhan indah,” kata Southgate.
“Kami punya kesebelasan yang tak bepengalaman di sini, jadi mereka harus melalui ini dan belajar banyak. Dan kami memberi hormat kami kepada salah satu pemain terhebat kami.”
Inggris yang bertanding melawan Amerika Serikat kalau ditotalkan cuma punya 94 caps timnas. Terakhir kali mereka punya tim yang lebih tidak bepengalaman ini terjadi pada Mei 1980 menghadapi Australia.
Untungnya, meski punya pemain yang kurang berpengalaman, The Three Lions bisa menang 3-0. Dua gol pertama dicetak Jesse Lingard dan Trent Alexander-Arnold. Sementara gol terakhir dicetak pemain Bournemouth, Callum Wilson.
Inggris sendiri baru bermain dalam pertandingan kompetitif kala menghadapi Korasia di Wembley pada Minggu esok. Kroasia sendiri sebelumnya menang 3-2 atas Spanyol di Zagreb. Kalau Inggris menang, mereka akan memuncaki Grup A4 dan berhak lolos ke semifinal. Sementara kalau kalah, Inggris dipastikan terdegradasi.
Malam Terakhir Wayne Rooney
Pertandingan menghadapi Amerika Serikat merupakan pertandingan terakhir Rooney untuk timnas Inggris yang merupakan penampilannya yang ke-120. Sebelum kick off digelar, Rooney berjalan dalam guard of honor yang dibentuk oleh kedua kesebelasan. Ia, besama dengan empat anaknya, disambut Ketua FA, Greg Clarke, dan Harry Kane.
Rooney sendiri baru masuk ke lapangan pada 33 menit terakhir. Ia masuk menggantikan Jesse Lingard. Ketika masuk, Rooney mendapatkan sambutan meriah dari para penonton yang memenuhi Wembley. Bahkan, setiap gerakannya pun mendapatkan sorak sorai dari para penggemar.
Rooney sebenarnya bisa saja mencetak gol di waktu tambahan. Sayangnya, lengan panjang Brad Guzan menghentikan akhir karier yang manis tersebut. Padahal, kalau ia mencetak gol, itu akan menjadi golnya yang ke-54, dan memperpanjang rekornya sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang masa.
Masa Depan Inggris
Selain merupakan momen emosional buat Wayne Rooney, pertandingan menghadapi Amerika Serikat juga menjadi momen penting buat Southgate. Pasalnya, para pemain yang diturunkannya akan menjadi masa depan Inggris.
Inggris kali ini sudah banyak berubah. Mereka bermain dengan kecepatan dan kerja keras. Salah satunya dari Wilson yang mencetak gol debutnya di timnas di usia 26 tahun. Ada pula penampilan apik dari bek Brighton, Lewis Dunk, yang juga memainkan debutnya. Hal yang sama juga terjadi pada kiper Southampton, Alex McCharty yang masuk di babak kedua menggantikan Jordan Pickford.
Dengan banyaknya pemain yang tersedia, Southgate bisa dengan bebas memilih pemain terbaik yang akan ia tampilkan khususnya di pertandingan melawan Kroasia. Soalnya, pemenang dari pertandingan ini akan langsung lolos ke semifinal UEFA Nations League, sementara yang kalah langsung terdegradasi. Kroasia yang di malam yang sama menang 3-2 atas Spanyol akan menunjukkan kualitasnya sebagai finalis Piala Dunia 2018 dengan menghadapi Inggris.
“Kami tahu malam tadi akan sulit buat Spanyol. Kroasia sekali lagi menunjukkan ketahanannya. Maka Minggu esok akan menjadi penampilan yang sangat spesial. Saya yakin, siapapun yang merancang Nations League tengah duduk puas di suatu tempat di Swiss (Markas UEFA),” kata Southgate.
“Kami tahu jangan meremehkan Kroasia, mereka punya dorongan yang besar malam ini dan hal yang hebat adalah mereka menyiapkan petandingan hebat di akhir tahun yang sangat menggembirakan.”