Layakkah Jose Antonio Reyes Disebut Pahlawan?

Foto: Twitter @EXT_UD

Publik sepakbola berduka setelah mendengar kabar kepergian Jose Antonio Reyes di usia 35 tahun. Kurang dari lima bulan setelah menandatangani kontrak satu musim dengan tim divisi dua Spanyol, Extremadura UD, Reyes mengalami kecelakaan karena berkendara 237 kilometer per jam bersama dua saudaranya, Jonathan dan Juan Manuel Calderon.

Jonathan juga menghembuskan nafas terakhirnya karena kecelakaan tersebut. Sementara Juan Calderon dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius. Kepergian mendadak Reyes di usia muda membuat pertandingan ke-41 di divisi dua Spanyol ditunda. Extremadura juga menanggalkan nomor punggung 19 dari tim mereka sebagai tanda penghormatan.

Pemilik lima piala Liga Europa ini dikenal sebagai salah satu talenta terbaik pada masanya. Sekalipun ia gagal memenuhi ekspektasi selama berseragam Arsenal, Reyes tetap masuk ke dalam bagian ‘the Invincible’ mendominasi Premier League 2003/2004. Alhasil berbagai pihak ikut berduka.

“Terima kasih atas semua yang telah Anda berikan. Selamat beristirahat dengan tenang,” tulis Arsenal. “Reyes adalah teman pertama saya di sepakbola. Dia adalah orang hebat. Saya tidak akan pernah melupakan Hari Natal kita bersama di Inggris. Saat masih 16 tahun, sendiri di Inggris. Reyes mengajak saya merayakan natal bersama keluarganya,” tulis Fabregas.

https://www.instagram.com/p/ByKqpu_Cop3/

Thierry Henry, Abou Diaby, Freddie Ljungberg, hampir semua rekan-rekannya semasa di Arsenal mengucapkan salam perpisahan. Hingga Nwankwo Kanu, anggota invincible yang terlupakan karena hanya tampil 1.098 menit sepanjang musim 2003/2004 ikut mengenang Reyes.

Tapi tidak semua pihak senang dengan perlakuan yang didapat Reyes. Santiago Canizares, Mantan penjaga gawang Valencia CF yang pernah membela tim nasional Spanyol bersama Reyes melempar kritik kepada orang-orang yang memperlakukan Reyes sebagai pahlawan.

“Jelas karier Reyes layak dikenang. Ia memberikan banyak hal terhadap sepakbola. Tapi dia tidak layak diperlakukan sebagai pahlawan. Dirinya meninggal dunia karena ceroboh. Tidak hati-hati saat berkendara. Itu adalah perlakuan yang tidak terpuji,” tulis Canizares.

Perdebatan Status Pahlawan

Foto: Screen Crush

Opini Canizares itu memiliki alasan yang kuat. Menengok ke dunia gulat profesional, Chris Benoit adalah pegulat hebat. Banyak berjasa untuk industri. Akan tetapi dirinya dihapus dari sejarah WWE, perusahaan gulat profesional terbesar dunia, tempat menghabiskan tujuh tahun kariernya.

Pasalnya, Benoit membunuh keluarganya sendiri sebelum mengakhiri hidup sendiri. “Apa yang telah Benoit perbuat sebelum meninggal dunia, membuat semua pencapaiannya hilang. Mempromosikannya adalah hal yang tak masuk akal,” jelas mantan pegulat WWE, Phill Brooks.

Perdebatan seperti ini adalah hal yang wajar. Apakah Kurt Cobain, Freddie Mercury, dan Michael Jackson bisa dijadikan panutan hidup? Mungkin tidak. Apakah River Phoenix dan Heath Ledger bisa disebut legenda? Belum tentu. Namun, sebagian orang melihat mereka sebagai inspirasi. Bahkan pahlawan. Begitu juga dengan Reyes.

Extremadura memberhentikan penggunaan nomor punggung 19 sebagai tanda hormat pada Reyes. Meski hanya sekitar lima bulan membela klub, Reyes berhasil menyelamatkan klub tersebut dari degradasi ke divisi tiga. Itu adalah tujuannya saat mendarat di Estadio Francisco de la Hera. Jadi buat mereka, mungkin Reyes adalah pahlawan.

Pahlawan Sevilla

Foto: Diario Sevilla

Apalagi di Sevilla, tempat Reyes memulai kariernya. Klub asal Andalusia itu adalah pihak yang paling terpukul dari kepergian Reyes. “Saya sudah mengenalnya sejak lahir. Ia selalu ada bersama kami [Sevilla]. Dia adalah seorang legenda. Baik secara personal ataupun profesional. Reyes telah membantu kami berkembang menjadi klub seperti sekarang,” kata Presiden Sevilla Jose Castro.

Ungkapan itu tidak berlebihan. Mengingat masa-masa jaya Sevilla di Liga Europa dimulai setelah Reyes kembali ke Ramon Sanchez Pizjuan pada 2012.

Pertama ia mengantar klub berjuluk Los Nervionenses itu ke semi-final Copa del Rey. Kemudian mereka menjuarai Liga Europa tiga kali beruntun (2013-2016) bersama Reyes. Dominasi itu masih menjadi nilai jual utama Sevilla hingga 2019.

Saat Unai Emery lolos ke final Liga Europa bersama Arsenal di 2018/2019, catatannya bersama Sevilla yang selalu diperbicarakan. Semua berawal dari Reyes. Mantan nakhoda Sevilla, Joaquin Caparros bahkan mengatakan Reyes mirip dengan Messi. “Selama saya melatih, Reyes memiliki sesuatu yang tak ada di pemain lain. Sampai Messi muncul,” kata Caparros.

Foto: Sport Arena

Reyes menjadi pemain Sevilla kedua yang pergi terlalu dini dalam 12 tahun terakhir. Ia menyusul rekan satu timnya Antonio Puerta yang meninggal di usia 22 tahun pada 2007. “Ini adalah hal yang tidak bisa dipercaya. Surga akan memiliki sisi kiri yang kuat dengan kehadiran Antonio [Puerta] dan dirimu di sana,” kata Direktur Olahraga Sevilla Monchi.

Jasad Reyes bahkan diistirahatkan di kandang Sevilla sebelum diarak bersama ke tempat kelahirannya, Utrera, sekitar 30 kilometer dari Ramon Sanchez Pizjuan. Ia dikubur dengan bendera Sevilla dan Spanyol menyelimuti petinya.

Melihat jasa dan pengabdian Reyes selama di Sevilla, wajar jika mereka memperlakukan dirinya sebagai pahlawan. Andai kata suatu saat nanti mereka ingin membangun patung Reyes di depan stadion juga tidak masalah. Terlepas dari bagaimana ia meninggal dunia, itu tetap penghargaan yang layak dan pada tempatnya.