OUR NETWORK

Persela dan Para Pemain Asing yang Sukses Mereka Orbitkan

Persela jadi tempat bagi para pemain asing untuk unjuk gigi.

Musim 2019 ini, Persela Lamongan menggebrak ajang Liga 1 2019. Bukan lewat penampilan mereka, melainkan lewat sosok asing yang mereka datangkan.

Secara tim, prestasi Persela di ajang Liga 1 2019 belum begitu apik. Mereka saat ini masih duduk di peringkat 14 klasemen sementara dengan raihan 12 poin. Dari lima laga terakhir, mereka bahkan belum pernah meraih kemenangan.

Meski sekarang sudah dilatih oleh nakhoda anyar, Nilmaizar, hal tersebut nyatanya belum memberikan pengaruh signifikan bagi permainan Persela. Namun, terlepas dari segala hasil minor yang didapat tim berjuluk ‘Laskar Joko Tingkir’ tersebut, ada satu hal positif yang muncul.

Alex dos Santos Goncalves, penyerang mereka, bertengger sebagai pencetak gol terbanyak. Sosok asal Brasil itu sudah membukukan 12 gol, unggul atas Ciro Alves dari PS Tira-Persikabo, Marko Simic dari Persija, serta Melvin Platje dari Bali United.

Perlu dicatat, bahwa ini adalah musim pertama Alex bermain di Indonesia. Untuk ukuran musim pertama, pencapaian individu Alex ini tentu mengesankan. Bahkan ia mampu bersaing dengan nama-nama yang lebih lawas di sepak bola Indonesia macam Simic dan Platje.

Nah, apa yang dialami Alex ini sebetulnya pernah juga dialami oleh pemain-pemain asing lain yang membela Persela. Bisa dibilang, bahwa Persela adalah tempat di mana pemain-pemain asing yang pertama kali main di Indonesia diorbitkan. Siapa saja mereka?

Gustavo Lopez

Ketika pertama kali main di Indonesia, Persela jadi klub pertama yang dibela oleh Gustavo Lopez. Tercatat, ia membela Persela dalam dua kesempatan, yakni pada musim 2006/07, serta tahun 2011 hingga 2013. Dalam dua periode tersebut, ia selalu jadi andalan Persela di lini tengah.

Kemampuan olah bolanya memang terhitung mumpuni. Sebagai pemain tengah, ia mampu mengatur ritme permainan serta distribusi bola. Umpan-umpannya pun terbilang akurat. Ia juga kerap muncul dari lini kedua, sehingga bisa mencetak gol di saat-saat genting.

Bersama Persela-lah, nama Gustavo dikenal di kancah sepak bola Indonesia. Baru setelah itu, ia melanglang buana ke Arema Cronus, lalu sempat juga membela PS Tira, dan juga menyeberang ke Malaysia membela Trengganu.

Marcio Souza

Sama seperti Gustavo, Marcio juga berkenalan dengan sepak bola Indonesia lewat Persela Lamongan. Tercatat, ia membela Persela dalam rentang waktu tiga tahun, yakni tahun 2006 hingga pertengahan 2009.

Selama membela Persela, Marcio dikenal sebagai penyerang yang liat. Ia mampu menahan bola, mengontrol bola dengan apik, dipadukan dengan sepakan dan dribel mumpuni. Kelebihan lain yang dimiliki sosok kelahiran Brasil itu adalah sepakan bebasnya yang akurat.

Bersama Persela, Marcio berhasil membukukan 42 gol dari 57 laga. Ada satu ciri khas yang juga membuat nama Marcio dikenal, yakni perayaan golnya yang kerap menirukan gaya dari Tukul Arwana, salah satu pesohor di Indonesia. Selepas dari Persela, ia melanglang buana ke Semen Padang, Deltras Sidoarjo, hingga Persib Bandung.

Fabiano Beltrame

Pada 2005, sebuah keputusan yang apik dibuat oleh Fabiano Beltrame. Setelah membela Sao Jose, ia memilih untuk melanjutkan karier sepak bola di Indonesia. Persela Lamongan jadi klub yang ia tuju, sekaligus jadi klub pertama yang ia bela di Indonesia.

Keputusan ini juga menjadi sebuah keputusan yang bisa dibilang berbuah manis untuk Fabiano. Sosok kelahiran Brasil tersebut tercatat membela Persela selama dua periode, yakni pada 2005 hingga 2006, lalu dari 2008 hingga 2011.

Bersama Persela, Fabiano membuktikan diri sebagai bek tangguh. Ia mampu membaca permainan, dan itu jadi modalnya dalam menghentikan serangan lawan. Duel udaranya bagus, ditambah lagi ia mampu mencetak gol lewat sundulan maupun tembakan bebas.

Alhasil, setelah main apik di Persela, jasanya diperebutkan oleh berbagai klub besar Indonesia. Ia pun tercatat pernah membela Persija Jakarta, Arema Cronus, Madura United, dan kini ia membela Persib Bandung.

Ivan Carlos

Selepas membela Hantawaddhy United di Myanmar, Ivan Carlos mencoba peruntungan baru di Indonesia. Ia memilih Persela Lamongan sebagai labuhan pertamanya di Nusantara.

Meski hanya sebentar membela Persela, Ivan Carlos mampu memberikan kesan yang baik bagi para suporter Persela, LA Mania. Total 8 gol sukses ia bukukan dari 14 laga bersama Persela. Ia adalah penyerang yang apik, bisa jadi finisher yang baik sekaligus pengacau pertahanan lawan.

Namun, cedera yang ia alami membuat Ivan Carlos tidak memiliki waktu banyak untuk berbicara bersama Persela. Saat hijrah ke Persija pun, Ivan Carlos seperti kehilangan sentuhannya. Selepas dari Persija, Ivan Carlso pun mencoba peruntungan di Siprus bersama Alki Oroklini.

Diego Assis

Pada musim 2018, Persela mendatangkan pemain bernama Diego Assis. Bagi Assis, ini adalah kali pertama ia main di Indonesia. Namun, bukan berarti hal itu jadi halangan bagi Assis untuk unjuk gigi.

Di ajang Liga 1 2018, Assis sukses tampil moncer bersama Persela. Sebagai gelandang serang, ia memiliki kemampuan umpan yang apik serta tembakan yang ciamik. Total, dari 28 laga yang ia jalani bersama Persela, Assis berhasil membukukan 6 gol dan 7 asis. Ia membuat lini serang Persela hidup.

Sayangnya, Assis tidak bertahan lama di Surajaya. Ia memilih untuk hengkang ke Al-Ain di musim selanjutnya.

***

Sebenarnya, selain lima pemain di atas, masih banyak pemain asing lain yang berhasil diorbitkan oleh Persela, seperti Oscar Aravena, Addison Alves, Mario Costas, Srdan Lopicic, maupun Kosuke Yamazaki. Bersama Persela, pemain-pemain asing ini tampil ciamik.

Maka, ke depannya, jika ingin tahu di mana pemain asing berkualitas main, Persela adalah jawabannya. Tanpa Persela, mungkin pemain-pemain asing ini tak akan punya tempat untuk unjuk gigi di kompetisi sepak bola Indonesia.

Loading...