OUR NETWORK

Sanksi Transfer Dicabut: Inilah Rekomendasi Rekrutan Chelsea di Januari

Kesebelasan asal London Barat, Chelsea, akhirnya boleh berlega hati. Pasalnya, banding mereka terhadap Pengadilan Badan Arbitrase Olahraga dikabulkan. Artinya, pada bursa transfer musim dingin ini mereka boleh kemali terlibat dalam kegiatan perpindahan pemain.

Sejauh ini, tim asuhan Frank Lampard berhasil melampaui ekspektasi para pengemar maupun pengamat. Hingga pekan ke-17, The Blues duduk di peringkat ke-4 dan hanya berjarak 3 poin saja dengan Manchester City yang berada di atasnya.

Berhasilnya Lampard mengeluarkan potensi skuat mudanya, membuat banyak pundit sepakbola berpendapat bahwa kecil kemungkinan Chelsea akan banyak berbelanja di bursa transfer nanti. Namun perlu diingat, Chelsea adalah kesebelasan besar dengan ambisi tinggi. Pun dengan raihan profit mereka dari penjualan pemain penting di awal musim ini seperti Eden Hazard, Alvaro Morata, serta David Luiz. Maka, setidaknya Chelsea akan berusaha “menambal” kekurangan yang dimiliki paruh musim pertama 2019/2020.

Area manakah yang perlu diperkuat?

Catatan Chelsea untuk soal memasukkan dan kemasukan musim ini adalah 30 (memasukkan) dan 21 (kemasukan). Sebagai perbandingan, Manchester United yang aberada di peringkat ke-6 hanya kemasukan sebanyak 18 gol. Di posisi 5 besar klasemen sementara, Chelsea-lah yang memiliki rekor kemasukan paling banyak.

Hal ini tentunya mengindikasikan kalau Lampard punya permasalahan dengan lini bertahan. Untuk sisi kanan, Chelsea beruntung memiliki Cesar Azpilicueta dan Reece James, nama yang kini sedang bersinar akibat bermain impresif di beberapa laga terakhir Chelsea.

Lain halnya dengan sisi kiri yang ditempati oleh Marcos Alonso serta Emerson Palmieri.  Alonso yang didatangkan oleh Antonio Conte 3 musim lalu, sempat menjadi pemain tak tergantikan di pos bek kiri sebelum akhirnya Emerson masuk di era Maurizio Sarri musim lalu. Mantan bek Fiorentina itu kini cenderung tak mendapatkan tempat di starting eleven pilihan Lampard. Sialnya, Emerson yang lebih sering tampil (9) malah memberikan statistik yang biasa-biasa saja. Menurut data yang dihimpun whoscored, Emerson hanya mencatatkan rekor 2,2 tekel per laga dan 1,7 intersep dalam statistik bertahan, sementara untuk statistik menyerang, ia tak sekalipun mencetak asis apalagi gol.

Maka besar kemungkinan, posisi bek kiri adalah yang paling mendapat prioritas dalam bursa transfer musim dingin Chelsea.

Posisi selanjutnya yang kami prediksi akan diperkuat Chelsea adalah: Gelandang sayap atau gelandang serang.

Seperti yang kita ketahui bersama, skuat Chelsea menyisakan pemain-pemain “berpengalaman” seperti Willian dan Pedro. Ditambah, mereka sebenarnya memerlukan pemain yang memiliki daya ledak serta visi menawan yang dimiliki Eden Hazard. Masuknya Christian Pulisic dinilai masih terlalu dini untuk dijadikan pemain panutan bagi pemain-pemain muda lainnya yang menjadi andalan Lampard seperti Mason Mount serta Tammy Abraham. Maka, posisi gelandang serang diramalkan akan diperkuat Chelsea di bursa musim dingin ini.

Terakhir, adalah posisi penyerang atau striker. Lampard sebenarnya memiliki 3 (tiga) pilihan striker yakni: Tammy Abraham, Olivier Giroud, serta, Michy Batshuayi. Meski memiliki usia paling muda, namun Tammy membuktikan bahwa ia dapat membayar kepercayaan pelatihnya. Dalam 14 laga Premier League, Abraham mampu mencetak 11 gol dan 3 asis yang membuatnya duduk di peringkat ke-2 pencetak gol terbanyak dibawah Jamie Vardy dengan torehan 14 gol.

Pun demikian, “eksploitasi” berlebih dari Lampard terhadap Abraham memiliki risiko cedera yang besar. Jarang dimainkannya Michy Batshuayi menimbulkan permasalahan dirinya akan hengkang karena ia tak sekalipun pernah diturunkan sebagai starter dalam ajang apapun. Malah, striker “berpengalaman” seperti Giroud lebih dipilih Lampard  pernah 2 kali turun sebagai starter pada ajang Premier League.

Frank Lampard sendiri pernah berkomentar tentang kegiatan transfer jika akhirnya mereka dapat kembali beraktifitas di bursa perekrutran pemain, seperti mengutip Sky pada November lalu.

“Saya sudah cukup puas dengan apa yang saya miliki (saat ini), tapi ada sesuatu yang kami lihat sebagai Chelsea (sebagai suatu klub),” ujar Lampard

“Dapatkah kita memperkuat di area (tertentu) dan hanya melakukan bisnis jika kita akan memperkuat (skuat) dan itu ternyata hal yang tepat bagi keseluruhan skuat? Bukan hanya dalam pandangan yang bijak, tapi keseimbangan dan cara kita melaju? Saya rasa (saya) akan mengambilnya,” tutupnya.

Bisa disimpulkan, bahwa Lampard hanya akan menempuh jalan perekrutan pemain jika memang benar-benar diperlukan dan menambah dampak yang baik bagi skuatnya saat ini.

Nama-nama yang berpotensi direkrut Chelsea

Mempertimbangkan apa yang jadi kelemahan Chelsea di paruh perdana musim Premier League 2019/2020, sudah barang tentu sektor bek kiri adalah priorotas mereka. Nama yang setidaknya menjadi buah bibir di Premier League saat ini ialah Ben Chillwell.

Bek kiri berusia 22 tahun milik Leicester City ini menampilkan performa yang impersif dibawah asuhan Brendan Rodgers. Dari 12 kali penampilannya menjadi starter, ia telah mencatatkan 1 gol dan 3 asis.  Catatan rataan tekel-nya 1,4 per laga, intersep 1,1 per laga, clearance 2 per laga, ditambah catatan menawan 1,5 operan kunci per laga. Penampilan menawan Chilwell mampu membuat Leicester sebagai tim dengan catatan bertahan paling baik di Premier League dengan hanya kebobolan 9 gol dari 15 pekan pertandingan. Hal itu pulalah yang membuatnya masuk ke skuat Three Lions asuhan Gareth Southgate.

Bila nama Ben Chillwell sulit untuk didatangkan, nama lain yang paling masuk akal adalah bek kiri Bournemouth, Nathan Ake. Bek kiri berusia 24 tahun ini adalah didikan akademi Chelsea yang “terbuang”. Dengan filosofi yang dimiliki Lampard, Ake nampaknya akan pas berada dibawah arahan Lampard. Ditambah, Chelsea memiliki klausul buy-back senilai 40 juta paun untuk seorang Nathan Ake.

Masalah statistiknya? Tak buruk. Dari 15 kali menjadi starter, bek kebangsaan Belanda ini mencatatkan 1 gol serta 1 asis. Catatan rata-rata 4,4 clearance per laga patut digarisbawahi darinya.

Untuk posisi gelandang sayap, beberapa nama yang diisukan telah diincar Chelsea adalah wonderkid Borussia Dortmund, Jadon Sancho. Permasalahan disiplinnya di musim ini bersama Dortmund menimbulkan spekulasi bahwa ia akan segera “pulang kampung” ke Inggris. Mahalnya nilai transfer juga tampaknya tak jadi soal bagi Chelsea. Sancho sejak dua musim lalu memukau banyak penggemar sepakbola dengan mencatatkan torehan 18 gol dari total 57 penampilan.

Musim ini, pemain didikan akademi Watford ini telah tampil 10 kali menjadi starter dan mencatatkan 5 gol dan 6 asis. Dikutip dari beberapa media kenamaan Inggris, kabarnya Chelsea siap menebus Sancho dengan dana 100 juta paun.

Selain Sancho, ada nama gelandang serang milik Crystal Palace, Wilfried Zaha. Eks gelandang Manchester United itu kabarnya sudah tak kerasan di klub selatan London dan melihat Chelsea sebagai peruntungan selanjutnya. Zaha sendiri sudah mencatatkan 2 gol serta 1 asis bagi The Eagles musim ini.

Untuk urusan striker, ada 3 nama yang kini dikait-kaitkan media tengah didekati Chelsea. Mereka diantaranya: Timo Werner (RB Leipzig), Moussa Dembele (Lyon), serta Callum Wilson (AFC Bounermouth). Werner mencatatkan torehan impresif dengan mencetak 13 gol serta 5 asis dalam 13 penampilan di Bundesliga musim ini. Penyerang Lyon, Dembele juga cukup menjanjikan dengan mencetak 10 gol dari 14 kali menjadi starter di Ligue1. Nama terakhir yakni Callum Wilson hanya mencetak 5 gol dari 15 laga di Premier League. Namun, Wilson memiliki “keuntungan” tersendiri bagi Chelsea karena merupakan pemain homeground Inggris.

Loading...