Robert Lewandowski adalah salah satu striker paling menakutkan di dunia. Bersama Borussia Dortmund, Bayern Munchen, dan kini bersama Barcelona, Lewandowski menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan.

Capaian bagusnya tersebut mungkin saja tak akan tercapai, andai ia pindah dari Lech Poznan ke Blackburn Rovers. Untungnya, letusan gunung membuatnya tak jadi pindah ke Inggris, melainkan menuju Jerman dengan tujuan Borussia Dortmund.

Kala itu, Blackburn ditangani oleh Sam Allardyce. Ia butuh amunisi segar untuk memperbaiki peringkat Blackburn. Soalnya, pada musim 2009/2010, Blackburn hanya menempati peringkat ke-10.

From Korea With Love Concert

Akan tetapi, di bursa transfer musim panas 2010, Blackburn cuma mendatangkan dua pemain: Hugo Fernandez dari UD Cornella dan Benjani yang berstatus bebas transfer.

Allardyce pun dipecat pada 13 Desember 2010 setelah sejumlah hasil tidak memuaskan. Ia dipecat sehari setelah dikalahkan Bolton Wanderers yang membuat posisi mereka merosot ke peringkat ke-13. Andai saat itu Allardyce berhasil mendatangkan striker berkualitas wahid, bukan tidak mungkin hasilnya akan berbeda pula.

Lewandowski Hampir ke Blackburn

Dalam wawancara dengan The Times, Lewandowski mengakui ia nyaris berseragam Blackburn.

“Aku punya kesempatan untuk bergabung bersama Blackburn,” kata striker berkebangsaan Polandia tersebut.

“Namun, aku ingin melihat bagaimana Blackburn secara langsung dan tempat latihannya. Tempat aku bertemu dengan Sam Allardyce adalah di Polandia usai pertandingan. Aku pikir dia adalah pria yang baik, seorang pelatih yang sangat bagus,” terang Lewandowski.

Ketika itu, Lewandowski masih berstatus sebagai pemain muda. Usianya masih 22 tahun. Namun, bersama Lech Poznan di Ekstralaksa, catatan golnya sangat meyakinkan. Dari dua musim di Liga Polandia, Lewandowski berhasil mencetak 41 gol! Wajar rasanya kalau Allardyce menyempatkan waktu untuk menemuinya secara langsung di Polandia.

Hal ini juga dirasakan oleh Lewandowski. Menurut striker kelahiran 21 Agustus 1988 tersebut, Allardyce siap untuk mengandalkan pemain muda di skuadnya. Ditambah lagi, Big Sam mau menemuinya sampai ke Polandia.

“Ada banyak tawaran yang dipikirkan ketika aku meninggalkan Poznan. Aku ingin tahu kalau aku pergi ke sana, ‘Apa yang akan aku dapatkan? Apa yang bisa kupelajari?”

Lewandowski sudah setuju untuk pergi ke Blackburn meski belum ada kontrak yang disepakati. Ia ingin melihat terlebih dahulu stadion dan tempat latihannya.

Akan tetapi, rencana kepergian Lewandowski batal. Gara-garanya Gunung Eyjafjallajokull yang erupsi dan mengganggu aktivitas penerbangan di Eropa. Karena letusan ini pula Barcelona harus menuju Milan lewat jalur darat dan gagal melangkah ke final Liga Champions.

Baca juga: Gunung Eyjafjallajokull yang Bikin Barcelona Kalah dari Inter Milan

“Saat itu satu pekan dan tak ada yang bisa terbang di Eropa. Penerbangan sudah dipesan tapi kami tak bisa pergi. Itu mengubah hidupku. Kalau aku pergi ke Blackburn mungkin aku akan tinggal di sana,” terang Lewandowski.

Pada akhirnya, Lewandowski bergabung dengan Borussia Dortmund dengan biaya transfer senilai lima juta paun. Ia tampak sangat cocok dengan Bundesliga meski harus beradaptasi di musim pertama. Sisanya adalah sejarah. Sepanjang 12 musimnya di Bundesliga, ia total mencetak 312 gol dan 447 gol di semua kompetisi.

Kalau penampilan Lewandowski bisa stabil, bukan tidak mungkin ia akan mengangkat Blackburn ke papan atas Premier League. Di sisi lain, kegagalan Blackburn merekrut Lewandowski mengakibatkan Allardyce dipecat sebelum tahun baru, dan dua tahun kemudian terdegradasi ke Divisi Championship.

Sumber: The Sun