Memilih Kesebelasan Terbaik untuk Elif Elmas

Foto: Skor Soczu

Popularitas Republik Makedonia Utara di dunia sepakbola mungkin bisa dikatakan minim jika tidak buruk. Menduduki peringkat ke-48 koefisien UEFA, nama-nama kesebelasan dari Makedonia bukan sesuatu hal familiar. Vardar, Shkupi, Skopje, dan Shkendija, bahkan masih kalah dari B36 Torshavn yang bermain di Kepulauan Faroe.

Memang ada beberapa nama pemain dari Makedonia Utara yang bermain di liga-liga top Eropa. Enis Bardhi (Levante), Stole Dimitrievski (Rayo Vallecano), Dejan Iliev (Arsenal), misalnya. Mungkin hanya Goran Pandev saja yang tidak asing di telinga.

Pandev telah mewarnai divisi tertinggi sepakbola Italia sejak2003/2004. Hingga 16 tahun kemudian, belum ada talenta dari Makedonia Utara yang menyaingi popularitasnya.

Meskipun menurut Asosiasi Sepakbola Makedonia, nama Pandev sudah bukan lagi pemain terbaik yang mereka miliki di luar negeri. Memenangkan penghargaan sebagai atlet terbaik negaranya secara beruntun sejak 2004, raihan individu itu berhenti diberikan pada Pandev pada 2010.

Namun, Ivan Trickovski, Agim Ibraimi, ataupun Nikolce Noveski, tidak ada yang mencapai popularitas Pandev. Memasuki bursa transfer musim panas 2019, popularitas Pandev mulai terancam. Seorang gelandang Fenerbahce kelahiran Skopje, 24 September 1999 menjadi rebutan kesebelasan-kesebelasan tenar Eropa.

Namanya, Elif Elmas. Wajar jika nama itu masih asing, Turki masih jauh dari 10 besar UEFA. Fenerbahce sendiri bukan kesebelasan terbaik Turki menurut koefisien FIFA. Duduk di peringkat ke-60, masih ada Besiktas di atas mereka. Wajar jika nama Elif Elmas asing.

Tapi dalam waktu dekat namanya akan menjadi buah bibir. Pasalnya, Elmas tengah diincar oleh Fiorentina, LazioLiverpool, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Inter Milan. Fenerbahce sendiri mengaku siap melepas jasa Elmas dengan dana sekitar 20 juta euro.

Pertanyaannya, dengan banyaknya kesebelasan yang mengincar Elmas, di mana ia dapat berkembang dan melengserkan, atau setidaknya mengikuti jejak Pandev?

Hingga pekan ke-30 Super Lig, Elmas sudah bermain 26 kali untuk Fenerbahce. Mengisi pos gelandang tengah, bertahan, serang, ataupun kiri. Menurut Who Scored, tidak ada aspek permainan yang begitu menonjol dari Elmas. Tapi dari banyaknya kesebelasan yang meminati jasa dia, jelas Elmas memiliki potensi menjadi pemain hebat.

Liverpool dan Manchester United

https://www.youtube.com/watch?v=MdrayNHfUzE

Kedua kesebelasan akan lebih baik kika dicoret terlebih dahulu. Liverpool dan Manchester United sama-sama memiliki talenta yang terlalu banyak. Jelas, mereka punya kemampuan finansial untuk mendatangkan Elmas. Tapi pada akhirnya, ia tidak akan lebih dari pemain-pemain muda yang dipinjamkan ke kesebelasan lain dan lama-kelamaan dilepas karena terlalu banyak pilihan di Anfield ataupun Old Trafford.

Tottenham Hotspur

Diasuh Mauricio Pochettino, Tottenham sebenarnya handal dalam memanfaatkan talenta muda. Dele Alli, Eric Dier, Kyle Walker-Peters, Harry Winks, dan Juan Foyth, adalah nama-nama yang diberikan tempat serta jam terbang cukup oleh Pochettino.

Sejak melepas Reo Griffiths ke Olympique Lyon secara cuma-cuma, mereka juga terlihat lebih hati-hati. Tidak mau kecolongan talenta berkualitas lagi. Elmas punya peluang untuk bermain di Tottenham. Dimaksimalkan dan tumbuh menjadi pemain besar. Mungkin dapat lebih besar dari Pandev bahkan.

Foto: Sky Sports

Talenta Makedonia Utara sudah menghiasi Premier League sejak 1997. Mulai dari Georgi Hristov (Barnsley) dan Goce Sedloski (Sheffield Wednesday), hingga Goran Popov (West Bromwich Albion).

Popov adalah pemain Makedonia Utara kedua untuk WBA, menyusul Artim Sakiri yang lebih dulu datang pada 2004. Walau bisa dikatakan paling sukses di Liga Inggris, Popov sendiri hanya bertahan dua musim di Premier League, itu juga sebenarnya hanya sebagai pemain pinjaman. Pada 2014, Popov kembali Makedonia, membela Vardar dan pensiun di sana.

Mendapat arahan dari Pochettino, Elmas bisa menjadi yang terbaik. Menggeser Popov dan Pandev. Namun Elmas disebut akan menggantikan Victor Wanyama dan Moussa Sissoko di London. Sementara gelandang Tottenham lainnya juga masih muda, dengan Eric Dier (25) menjadi yang paling tua. Itu apabila mereka gagal mempertahankan Christian Eriksen.

Dengan kata lain, Pochettino membutuhkan pemain yang lebih berpengalaman untuk menjaga kestabilan. Elmas mungkin suatu hari nanti akan mendarat di Tottenham, tapi dirinya bukanlah gelandang yang dibutuhkan saat ini.

Lazio

Foto: Gazza Mercato

Lazio adalah kesebelasan yang memberikan waktu dan tempat pada Goran Pandev. Tanpa Lazio, mungkin Pandev tidak akan jadi legenda Makedonia Utara sampai punya klub sendiri di sana. Melihat hal ini, wajar jika Lazio nampak seperti kesebelasan terbaik bagi Elmas.

Lazio memiliki memori dan catatan positif dengan pemain asal Makedonia Utara. Walaupun Pandev adalah satu-satunya pemain asal Makedonia Utara yang pernah mereka miliki. Le Aquile juga  terlihat peduli pada pemain muda. Joaquin Correa, Sergej Milinkovic-Savic, dan Luiz Felipe mendapat kesempatan di Lazio.

Masalahnya tinggal peluang main. Pada 2018/2019, Simone Inzaghi memiliki delapan gelandang. Termasuk Lucas Leiva dan Milan Badelj yang lebih fokus menjaga kedalaman. Itu terlalu banyak untuk Elmas bisa bersaing. Lazio perlu mengurangi jumlah gelandang mereka terlebih dahulu jika Elmas ingin memiliki masa depan di Kota Roma.

Bruno Jordao sudah dipastikan pergi ke Braga pada 2019/2020. Tapi itu tidak cukup untuk Elmas. Dengan situasi saat ini saja, Valon Berisha mengaku ingin hengkang dari Lazio. Ada nama Marco Parolo mengaku masih ingin bertahan di Lazio. Sementara pemain pinjaman dari Genoa, Romulo, kabarnya akan dipermanenkan.

Apabila salah satu dari Parol, Romulo, dan Milinkovic-Savic tak dilepas oleh Inzaghi. Elmas akan hanya menjadi penghangat bangku cadangan seperti Berisha. Jelas bukan sesuatu yang diinginkan mantan pemain Rabotnicki tersebut. Pindah, tapi mendapat kesempatan yang kurang, lebih baik bertahan di Fenerbahce.

Fiorentina

Foto: These Football Times

Berbeda dengan Lazio, Fiorentina sepertinya akan memiliki tempat untuk Elmas. Edmilson Fernandes kemungkinan besar tak dipertahankan Fiorentina. Ia akan dijual West Ham dan Lyon menjadi pelabuhan yang paling mungkin baginya. Bukan Fiorentina.

Marco Bennasi kabarnya ingin dipulangkan Inter Milan. Sementara Jordan Vertout punya peluang kembali ke Premier League setelah namanya masuk dalam daftar incaran Arsenal. Jika setidaknya dua dari tiga gelandang itu pindah dari Artemio Franchi, Vincenzo Montella hanya akan memiliki empat gelandang. Itupun sudah termasuk Gerson yang kabarnya mau dipermanenkan oleh La Viola.

Saingan Elmas jauh lebih sedikit ketimbang di Lazio. Fiorentina sendiri juga punya rapor positif soal pemain muda. Marko Pjaca, Giovanni Simeone, Dusan Vlahovic, dan Federico Chiesa membela La Viola pada 2018/2019. Mereka semua masih 23 tahun ke bawah dan diberikan jam terbang di sana.

Meski Fiorentina belum pernah memiliki pemain dari Makedonia Utara seperti Lazio. Elmas bisa mendapatkan kesempatan yang lebih dibandingkan ke tempat yang membela tim yang membesarkan nama Pandev.

Inter Milan

Foto: FC Inter 1908

Jika ingin bicara soal kesebelasan yang paling sering mendatangkan pemain Makedonia Utara dan ikut mengincar Elmas, Inter Milan adalah juaranya. Tapi dari empat pemain Makedonia Utara yang didatangkan Inter: Aco Stojkov, Darko Pancev, Goran Slavkovski, dan Pandev, tidak ada yang mendapat kesempatan.

Pandev mungkin, tapi itu juga sudah jadi kesempatan kedua baginya. Pada kesempatan pertama, Pandev dibuang Inter ke Lazio. Januari 2010 Pandev baru dipulangkan Inter dan bermain sebanyak 46 kali di Serie-A sebelum dilepas lagi ke Napoli.

Cerita yang sama juga bisa dikatakan untuk Pancev. Bedanya, jam terbang Pancev lebih sedikit ketimbang Pandev. Hanya main sekitar 1.200 menit di Serie-A dalam dua musim.

Padahal dirinya didaratkan Inter dengan dana 12 juta euro setelah memenangkan Liga Champions bersama Crvena zvezda. Lebih mahal dari Ruben Sosa dan Matthias Sammer yang didatangkan bersama Pancev pada bursa transfer 1992/1993.

Tapi mengingat Inter ingin melakukan revolusi untuk musim 2019/2020. Termasuk melepas Mauro Icardi, bukan tidak mungkin nasib Elmas akan lebih baik dibanding Pancev ataupun Pandev. Hanya saja, untuk saat ini, Fiorentina mungkin jadi opsi terbaik.