Foto: The Sports Rush

FC Barcelona tengah mempersiapkan kontrak seumur hidup untuk kapten sekaligus pemain andalan mereka, Lionel Messi. Sejak Messi menjalani tes masuk La Masia pada September 2000, La Pulga menjadi bagian penting dalam sejarah klub. Muncul di tengah krisis, Messi perlahan memimpin Blaugrana kembali ke masa-masa terbaik mereka.

Barcelona berhasil mengangkat 10 gelar La Liga dan menjuarai Liga Champions empat kali bersama Messi. Pada rentang waktu sama, Messi juga diakui sebagai pemain terbaik dunia. Ia lima kali meraih penghargaan Ballon d’Or (2009, 2010, 2011, 2012, 2015) serta tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah La Liga.

Bagi sebagian orang, mungkin banyak hal yang dapat ditunjuk jadi titik awal kebangkitan Blaugrana. Entah Joan Laporta, Ronaldinho, Frank Rijkaard, ataupun Pep Guardiola. Samuel Eto’o yang jadi ujung tombak trisula maut Rijkaard dan Guardiola bahkan merasa dia lebih pantas disebut sebagai alasan utama kesuksesan Barcelona. Tertutama di era Guardiola.

Sebelum Messi diorbitkan ke tim utama oleh Rijkaard, Blaugrana terlempar dari dua besar La Liga. Mereka bahkan harus rela mengisi papan tengah (peringkat enam) pada 2002/2003. Kemudian Laporta berjanji mengangkat kembali derajat klub. Menjanjikan David Beckham kepada publik Barcelona. Kemudian memilih Ronaldinho dibanding Beckham, dan semua yang terjadi setelahnya adalah sejarah.

Namun, tanpa Messi kesuksesan Barcelona mungkin tidak akan bertahan selama sekarang. Bahkan tanpa kehadiran Guardiola dan Eto’o sekalipun, Messi dapat membantu tim asal Katalunya tersebut untuk menjuarai La Liga. Padahal performa Blaugrana di atas lapangan jauh menurun sejak diasuh Ernesto Valverde.

Apa yang telah Messi lakukan untuk Barcelona membuat dirinya pantas mendapatkan kontrak seumur hidup dari rival Real Madrid tersebut. Setelah 15 tahun membela tim utama Blaugarana, Messi sinonim dengan Barcelona.

Chelsea sempat menggoda Messi. Bahkan ada yang mengatakan bahwa the Blues akan dibantu Adidas untuk mengontrak dirinya. Akan tetapi hal itu tidak terjadi. Sama seperti saat Steven Gerrard digoda Real Madrid dan lebih memilih untuk bertahan di Liverpool.

Valverde sendiri mengakui bahwa Messi terlalu krusial bagi Barcelona. “Jelas kami sangat bergantung kepada Messi. Kesebelasan apapun yang ia bela juga akan sama. Kami selalu berusaha menang dan Messi sangat penting bagi gaya permainan tim. Ia disebut sebagai pemain terbaik dunia bukan tanpa alasan,” kata Valverde.

Tidak Bisa Melanggar Peraturan

Foto: FC Barcelona

Sayangnya, kontrak seumur hidup bukanlah jaminan bagi Barcelona mengunci jasa Messi hingga ia pensiun. Jika Barcelona memaksa Messi bertahan di Camp Nou hingga gantung sepatu, mereka akan terkena masalah. Pasalnya, hal serupa adalah asal-usul kehadiran aturan Bosman di dunia sepakbola.

Sebuah kesebelasan tidak memiliki kekuatan untuk memaksa pemain mereka bertahan. Saat kontrak sudah kurang dari satu tahun, setiap pemain boleh bernegosiasi dengan tim lain. Jika kesepakatan tercapai, kesebelasan peminat bahkan tak perlu mengeluarkan dana transfer untuk jasa pemain tersebut.

Sepakbola Spanyol juga mewajibkan setiap kontrak untuk memiliki klausal pelepasan. Setinggi apapun klausal tersebut bukanlah masalah. Namun jika ada kesebelasan yang berani menebus klausal, klub pemilik tak bisa menolak tawaran yang masuk. Semua akan kembali bergantung pada keputusan pemain.

Messi bukanlah pemain pertama yang disodorkan kontrak seumur hidup oleh Bacelona. Andres Iniesta juga pernah mendapat tawaran serupa. Kontrak itu ditandatangani oleh maestro asal Albecete tersebut. Tapi hal itu tak menghalanginya untuk pindah ke Vissel Kobe dan bermain di Jepang.

Peluang ke Newell’s Old Boys

Foto: Tribuna.com

“Ini adalah tantangan yang menarik bagi saya dan keluarga. Banyak kesebelasan lain yang menawarkan kontrak. Namun, proyek yang ditawarkan Vissel Kobe sangat impresif,” kata Iniesta setelah resmi mendarat di Negeri Matahari Terbit.

Meskipun kepindahan Iniesta ke Vissel Kobe mungkin dilandasi agenda tersembunyi Barcelona dan Rakuten, selaku sponsor Blaugrana dan pemilik Ushi -julukan Vissel-. Dasarnya tetap sama, Iniesta bisa lepas dari kontrak seumur hidup ia sepakati dengan Barcelona. Begitu juga dengan Messi.

Bedasarkan penjelasan Jack Wilson dari Express, kontrak seumur hidup hanya membuat Iniesta ataupun Messi tidak bisa pindah ke sesama peserta Liga Champions. Jika mereka ingin pergi ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Qatar, Tiongkok, itu bukanlah masalah. Dalam kasus Iniesta, ia memilih Jepang sebagai pelabuhan barunya.

Dengan kata lain, Messi belum tentu gantung sepatu di Barcelona. Selama ini, dirinya selalu mengaku ingin kembali ke Argentina dan mengakhiri karier di sana. “Saya selalu punya keinginan untuk mewarnai Liga Argentina. Apakah hal itu akan terjadi atau tidak, saya tidak tahu. Namun itu akan selalu ada di kepala saya. Saya akan kembali ke Newell’s Old Boys dan tidak mungkin bermain untuk tim lain di sana,” aku Messi.

Kontrak seumur hidup yang ditawarkan Barcelona tidak akan menghalangi Messi untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Apakah mimpi Messi pensiun di Newell’s Old Boys akan menjadi kenyataan, La Pulga juga tidak tahu. Pastinya, Barcelona tidak bisa menghalangi dia jika sewaktu-waktu La Lepra memanggil.