Foto: Mundo Albiceleste

Setelah dua dekade, Real Madrid akhirnya siap mempercayakan kembali lini tengah mereka pada talenta Argentina. Gelandang River Plate, Exequiel Palacios, disebut siap membela Los Blancos pada 2020/2021. Walaupun hingga 1 Oktober 2019 belum ada kepastian dari klub Ibu kota Spanyol, kedatangan Palacios sudah diprediksi sejak 2018/2019.

Menurut Transfermarkt, Los Blancos sebelumnya sudah pernah mendaratkan 24 pemain dari Argentina. Hal itu menjadikan Argentina sebagai importir pemain terbanyak kedua untuk Real Madrid. Setidaknya hingga 2019, mereka hanya kalah dari Brasil (28) yang menambah daftar pemain di Santiago Bernabeu lewat Vinicius Junior, Eder Militao, dan Rodrygo Goes dalam dua tahun terakhir.

Setelah kegagalan merekrut Neymar di 2017 dan melihat efeknya kepada FC Barcelona, Florentino Perez memang terlihat lebih fokus mendatangkan pemain muda asal Brasil ketimbang Argentina. Pemain asal Argentina terakhir yang didatangkan Los Blancos adalah Angel Di Maria pada 2010. Di Maria hengkang empat tahun kemudian dan belum ada lagi pemain Argentina yang direkrut Real Madrid.

Palacios seharusnya sudah datang di 2018. Sayangnya, cedera membuat Real Madrid harus menahan hasrat mereka. “Palacios harus absen sekitar satu setengah bulan. Kami tak bisa berbuat apa-apa. Dokter mengatakan bahwa Palacios butuh operasi. Kami mempercayakan nasibnya kepada spesialis medis klub,” aku Pelatih Kepala River Plate Marcelo Gallardo.

Padahal Direktur Olahraga River Plate Enzo Francescoli telah mengkonfirmasi bahwa diskusi mereka dengan Real Madrid berjalan sesuai harapan. “Saya bertemu Perez. Memang ada peluang Palacios ke Real Madrid. Mereka sudah mengincar jasanya selama bertahun-tahun. Namun tidak perlu terburu-buru. Pihak Real Madrid sendiri mengaku bahwa mereka tidak terburu-buru,” katanya.

Bukan Prioritas Real Madrid

FOTO: Mundo Deportivo

Sebagai gantinya, Real Madrid memilih Militao sebagai pemain non Uni-Eropa terakhir yang mereka daftarkan. Menutup peluang Palacios mendarat di Bernabeu. Meskipun demikian, Renato Corsi sebagai perwakilan Palacios tetap percaya bahwa kliennya akan berseragam Real Madrid di masa depan.

Toda Pasion, salah satu media sepakbola di Argentina, awalnya percaya bahwa transaksi River Plate dan Real Madrid akan rampung pada musim panas 2019. Tetapi melihat kondisi Real Madrid, Corsi memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, 2019/2020 bukanlah waktu yang tepat bagi Los Blancos mendaratkan Palacios.

“Setelah performa selama 2018/2019, mereka pasti akan mengutamakan nama besar. Mereka juga menghargai Palacios. Mereka tahu bahwa Palacios adalah pemain bertalenta. Mungkin di masa depan Real Madrid akan datang kembali untuknya,” kata Corsi. Ucapan itupun terbukti benar. Los Blancos lebih memilih Eden Hazard dan Luka Jovic sebagai target utama mereka di musim panas 2019.

Corsi membuka peluang untuk kliennya pindah ke klub lain. Mengatakan bahwa ada minat dari Inggris dan Jerman yang bisa menjadi opsi Palacios. Salah satu dari kesebelasan itu adalah Arsenal. Palacios pun mengaku senang mendapat perhatian dari klub sekelas Real Madrid dan Arsenal.

Pengganti Luka Modric dan Toni Kroos

FOTO: Managing Madrid

Demi menjaga mimpinya tampil di Eropa, Palacios disebut menolak tawaran dari Inter Miami FC yang dikuasai oleh David Beckham. Dia tidak mau melangkah seperti Cristian Pavon. Kesabaran itupun terbayakan. Meski harus merugikan River Plate, Los Millonarios rela melepas Palacios seharga 15 juta Euro. Entah itu di musim dingin 2020 ataupun enam bulan kemudian.

“Kami sebenarnya ingin untuk mematok harga yang lebih tinggi. Tapi, Palacios dan Corsi meminta 15 juta Euro jadi angka tertinggi dalam klausal mereka. Kami pun akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa,” aku Presiden River Plate Rodolfo D’Onofrio.

Dikenal sebagai sosok yang memiliki akurasi operan di atas rata-rata, handal melepaskan tendangan jarak jauh, disertai visi, serta kreativitas, Palacios adalah pilihan tepat untuk jadi pengganti Luka Modric ataupun Toni Kross. Modric sudah masuk usia uzur dan kerap dikaitkan dengan Inter Milan di musim panas 2019. Sementara Kross akan resmi kepala tiga di 2020.

Palacios sendiri bahkan mengakui bahwa ia mengidolai Kross dan Modric. “Saya sering menonton penampilan Kross dan belajar dari dia. Begitu juga dengan Modric dan Iniesta,” aku pemain kelahiran 5 Oktober 1998 tersebut. Keberadaan Palacios di lini tengah Real Madrid akan jadi penyegaran dalam tubuh tim. Sesuai dengan janji Zidane saat pertama kembali menangani Los Blancos.

Sudah Siap Pergi dari River Plate

FOTO: La Gaceta

Apabila pada akhirnya Palacios benar-benar mendarat di Santiago Bernabeu, dirinya akan jadi playmaker Argentina pertama yang mengenakan seragam putih kebesaran Real Madrid setelah Fernando Redondo (1994-2000). Awalnya, Real Madrid mungkin tidak terburu-buru untuk mendatangkan Palacios. Namun setelah satu setengah musim tertunda, Los Blancos harus mulai menginjak gas dan mengontrak Palacios.

Pasalnya jika tidak, Arsenal, Inter Milan, dan Barcelona, siap untuk menawarkan tempat kepada juara Copa Libertadores tersebut. Apalagi kondisinya sudah berbeda dengan 2018.

Palacios sudah memaksa River Plate untuk merendahkan klausal pelepasan di kontraknya. Ia sudah siap untuk tampil di Eropa. Andaikan Real Madrid tidak membutuhkannya, pasti akan ada kesebelasan lain yang memberi ruang untuk sensasi lini tengah Argentina satu ini.

“Bagi saya, Palacios adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Saya sudah mengenalnya sejak kanak-anak. Anak itu sekarang sudah menjadi seorang pria dewasa. Saya tidak terkejut melihat dirinya meledak dan diminati klub Eropa. Dia adalah pemain yang pintar. Dirinya masih muda namun sudah memperlihatkan banyak kualitas seperti pemain kelas dunia. Itu kebanggaan tersendiri bagi saya,” kata Gallardo.